Inspirasi dari Bumi Manusia: Terima Kasih kepada Sang Ratu


Aku bangga setelah kau dipersunting oleh Pangeran dari Schewerin, dengan anggun berdiri di hadapan parlemen, membagikan sedikit kebahagiaan.


Politik etis kami mengenal kebahagiaanmu itu. Walau pada saatnya irigrasi dan imigrasi menjadi alat penyiksa kami, namun dengan pendidikan kami mampu menjadi bangsa yang berdaulat dan bermartabat.

Aku tidak begitu mengerti desas-desus yang muncul. Di sisi lain seorang ilmuan kenamaan Belanda, Prof Snouck mencanangkan politik asosiasi. Terlihat bagus dan menguntungkan bagi pribumi. Namun bukankah ada udang di balik batu?

Bangsawan Pribumi mendapat pendidikan ELS, HBS didoktrin kecintaan terhadap eropa, lalu lulus menjadi cukong-cukong kolonial.

Aku tak tahu ratu, yang jelas pendidikan itu meninggikan kami, pribumi.

Tulisan ini untuk pertama kalinya diterbitkan di LINE pada 24 Juli 2018. Diterbitkan ulang di Catatan Rugasu agar dapat dibaca semua orang.

0 komentar:

Posting Komentar