Inspirasi dari Bumi Manusia: Perjalanan Tram Menuju Wonokromo
Andai kau ingat masa-masa dulu, ketika pertama kita menaiki tram menuju Wonokromo. Sesuatu yang baru di Hindia.
Aku ingin kau tahu, di sana, masa kini tak dapat lagi kita nikmati perjalanan dengan tram. Jalan-jalan telah dipenuhi kendaraan beroda. Kendaraan ber-rel hanya akan menambah antrean panjang.
Aku sendiri lebih suka menaiki kendaraan roda dua, bermotor maupun sepeda. Tak seperti dulu, kendaraan roda dua telah menjamur, setiap rumah kaya maupun miskin terparkir minimal satu buah. Bahkan andong yang saat itu menjadi acuan seseorang dikatakan kaya atau bangsawan kini hampir punah, tak lagi dapat kau temui di ruas-ruas jalan raya.
Pemerintah saat ini telah membuat peraturan aneh. Andong dilarang memasuki jalan-jalan kota. Mereka hanya boleh berada di tempat-tempat wisata dan perkampungan. Jika kau ingin melihat atau menaikinya, aku bisa mengajakmu ke Jogja, Temanggung, atau ke Garut.
Tulisan ini untuk pertama kalinya diterbitkan di LINE pada 20 Juli 2018. Diterbitkan ulang di Catatan Rugasu agar dapat dibaca semua orang.
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar